Prediksi Purbaya Ekonomi Tumbuh Dekati 8% Tahun ke-3 Pemerintahan Prabowo
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6% pada tahun depan dan terus meningkat hingga mendekati 8% pada tahun ke-3 atau ke-4 pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Target ini disebut sebagai tantangan besar sekaligus motivasi bagi pemerintah untuk mendorong akselerasi ekonomi.
Menkeu Purbaya memaparkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mendekati 8%.
Dalam acara Ecoverse 2025 di The Westin, Jakarta, Purbaya menekankan bahwa tanpa tantangan besar, pemerintah tidak akan terpacu untuk bergerak cepat. Baginya, pertumbuhan tinggi bukan sekadar ambisi, melainkan kebutuhan agar ekonomi Indonesia tidak stagnan.
Target Pertumbuhan 6% Sebagai Pondasi Menuju 8%
Purbaya menjelaskan bahwa target 6% pada tahun depan berada di atas target APBN yang sebesar 5,4%. Menurutnya, menaikkan target merupakan bagian dari strategi mendorong performa ekonomi secara maksimal.
“Saya harapkan tahun depan ekonomi bukan 5,4% seperti target APBN, tapi saya ingin dorong ke 6%. Kalau nggak kecapai gua dipecat. Tapi kalau nggak ada challenge, lebih baik saya duduk di rumah aja,” ujar Purbaya dalam nada tegas namun optimis.
Peningkatan angka ini akan menjadi titik awal dalam mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun selanjutnya.
Purbaya Yakin Ekonomi Bisa Mendekati 8%
Purbaya menyampaikan bahwa akselerasi ekonomi akan terus dilakukan setiap tahun. Dengan strategi yang tepat, ia menilai kemungkinan besar angka 8% dapat dicapai pada tahun ke-3 atau ke-4 pemerintahan Prabowo.
“Tahun ketiga, keempat itu udah kelihatan tuh 8%, udah dekat. Jadi kita bisa mewujudkan,” kata Purbaya penuh keyakinan.
Prediksi ini bukan tanpa dasar. Pemerintah akan melakukan berbagai terobosan di sektor investasi, industri, dan reformasi birokrasi agar mesin ekonomi bergerak lebih gesit.
Menggabungkan Jurus Ekonomi Era SBY dan Jokowi
Purbaya juga menyinggung perbedaan strategi pertumbuhan pada dua pemerintahan sebelumnya:
- Era SBY: pertumbuhan ditopang mesin sektor swasta.
- Era Jokowi: pertumbuhan lebih banyak digerakkan oleh belanja pemerintah.
Purbaya berencana menggabungkan dua jurus tersebut agar menghasilkan pertumbuhan yang lebih kuat dan stabil.
“Kalau saya gabung 6% lebih nggak terlalu sulit. Tambah dengan perbaikan iklim investasi, pengurangan bottleneck yang menghambat real sector, harusnya pertumbuhan lebih cepat bisa dicapai,” jelasnya.
Perlindungan Pasar Domestik dari Serbuan Impor Ilegal
Salah satu fokus utama Purbaya adalah menjaga kekuatan pasar dalam negeri. Menurutnya, 90% ekonomi Indonesia digerakkan oleh domestic demand. Karena itu, serbuan barang impor ilegal harus ditangani secara serius.
Pemerintah berkomitmen memperkuat pengawasan impor, menekan masuknya produk ilegal, serta memberi ruang lebih besar bagi produk lokal untuk mendominasi pasar.
“Kita harus melindungi permintaan domestik, karena ini adalah tulang punggung ekonomi kita,” tegas Purbaya.
Kesimpulan
Prediksi Purbaya bahwa ekonomi tumbuh mendekati 8% merupakan visi ambisius yang diiringi strategi konkret, mulai dari peningkatan investasi, kombinasi jurus pertumbuhan SBY-Jokowi, hingga perlindungan pasar domestik. Bila seluruh kebijakan berjalan efektif, Indonesia berpeluang memasuki era pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan.
Pemerintahan Prabowo membuka peluang besar bagi transformasi ekonomi. Kini yang dibutuhkan adalah eksekusi konsisten dan reformasi struktural yang menyentuh sektor riil secara langsung.