Cerita Menteri PU Soal Sulitnya Tembus Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bekerja keras untuk membuka akses jalan di sejumlah wilayah Sumatera yang terisolasi akibat bencana banjir dan tanah longsor. Salah satu daerah yang paling mendapat perhatian adalah Kota Sibolga, Sumatera Utara, yang hingga kini masih terputus akses transportasinya.
Sibolga Jadi Wilayah Paling Parah Terdampak
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa Sibolga menjadi daerah yang terdampak paling parah. Banjir besar dan longsoran tanah membuat jalur utama tidak bisa dilalui. Kondisi tersebut menyebabkan kota menjadi terisolasi selama beberapa hari.
Dody mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan balai-balai terkait untuk mencari jalur alternatif. Salah satu opsi tercepat adalah membuka akses dari arah Aceh menuju Sibolga, mengingat jalur dari wilayah Sumut memiliki banyak titik longsor yang sulit ditembus.
“Ada kemungkinan besar bisa tembus, tapi dari arah Aceh. Karena kalau dari Sumut terlalu banyak titik yang longsor, yang patah, dan akan butuh waktu, mungkin bisa seminggu sampai 10 hari,” ujar Dody, di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Sabtu (30/11/2025).
Target Pembukaan Akses dari Barus ke Sibolga
Akses yang disiapkan ialah jalur dari Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah. Kementerian PU menargetkan bahwa jalur tersebut dapat dibuka pada Senin sore, asalkan kondisi cuaca mendukung dan ketersediaan bahan bakar mencukupi.
“Jika cuaca memungkinkan dan BBM tersedia, insyaallah Senin sudah tembus ke Sibolga dari arah Barus, Aceh,” kata Dody.
Sumatera Utara Jadi Daerah Terdampak Terberat
Menurut Dody, Sumatera Utara merupakan wilayah dengan titik longsor terbanyak. Hal ini membuat mobilisasi alat berat menjadi sangat bergantung pada ketersediaan solar. Untuk mengatasi kendala pasokan energi tersebut, ia telah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Patra Niaga.
Selain jalur Barus–Sibolga, ruas Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Tarutung, Tapanuli Utara dengan Sipirok, Tapanuli Selatan juga membutuhkan penyaluran solar tambahan untuk operasional alat berat di lapangan.
“Saya koordinasi dengan semua pihak, terutama di Barus dan Aceh. Karena Sibolga masih terisolir, sudah sekian hari, dan dikhawatirkan terjadi dampak sosial kalau akses tak segera terbuka,” jelasnya.
Fokus Utama: Membuka Akses Sebelum Rekonstruksi
Kementerian PU menegaskan bahwa pembukaan akses adalah prioritas utama sebelum membahas rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang. Dengan akses terbuka, bantuan dapat masuk lebih cepat, mulai dari pangan, selimut, hingga kebutuhan air bersih untuk warga terdampak.
- Pembukaan jalur alternatif dari Aceh menuju Sibolga
- Percepatan pasokan solar untuk alat berat
- Koordinasi dengan Pertamina dan instansi daerah
- Prioritas penanganan titik longsor terbesar di Sumut
Upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak sosial dan mempercepat distribusi bantuan bagi masyarakat yang hingga kini masih kesulitan akibat terisolasi.
Penutup
Bencana banjir dan longsor di Sumatera menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Namun, dengan kerja sama lintas sektor dan percepatan pembukaan jalur, diharapkan akses menuju wilayah terdampak seperti Sibolga dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.