6 Fakta Suku Anak Dalam di Kasus Penculikan Bilqis yang Bikin Heboh Makassar

Makassar – Kasus penculikan balita asal Makassar, Bilqis (4), menjadi perhatian publik setelah kelompok Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba ikut terseret. Fakta mengejutkan terungkap: komunitas tersebut ternyata diperdaya oleh pelaku penculikan menggunakan surat palsu.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, menjelaskan bahwa pelaku berinisial MA mengaku sebagai orang tua Bilqis dan memberikan surat pernyataan palsu untuk mengelabui SAD agar mau mengadopsi anak tersebut.

Berikut rangkuman 6 fakta penting terkait Suku Anak Dalam di kasus penculikan Bilqis.

1. Polisi Lakukan Negosiasi hingga 2 Malam

Negosiasi polisi dengan komunitas SAD berjalan sangat alot. Menurut Ipda Supriadi Gaffar, SAD enggan melepaskan Bilqis karena sudah terlanjur memiliki ikatan emosional yang kuat.

Suku Anak Dalam dikenal sering merawat anak dari luar komunitas demi memperbaiki keturunan dan memperluas hubungan sosial. Bilqis bahkan sempat meronta karena mengira orang tua angkatnya adalah orang tua kandung.

2. SAD Jadi Korban Tipu Muslihat Pelaku

Pimpinan SAD, Tumenggung Joni, mengungkapkan bahwa niat mereka sebenarnya ingin menolong Bilqis. Namun mereka tertipu oleh seorang perempuan bernama Merry Ana (42), yang membawa surat palsu seolah anak itu dititipkan orang tuanya.

Karena tidak bisa membaca, komunitas SAD percaya begitu saja pada dokumen tersebut.

3. Pelaku Meminta Uang Rp 85 Juta

Kepada keluarga Begendang dan Nerikai, pelaku mengaku telah menghabiskan banyak biaya merawat Bilqis. Mereka diminta mengganti Rp 85 juta sebagai biaya pemeliharaan.

Uang tersebut dikumpulkan secara kolektif oleh kelompok SAD dari hasil berkebun dan pekerjaan harian.

4. SAD Baru Tahu Bilqis Korban Penculikan

Baru pada 7 November, aparat kepolisian dan Dinas Sosial memberi tahu bahwa Bilqis sebenarnya korban penculikan. Tumenggung Joni lalu menjadi mediator untuk membuka akses aparat masuk ke wilayah SAD.

Tumenggung Sikar pun terkejut mengetahui bahwa dirinya dan kelompoknya ikut ditipu pelaku.

5. Bilqis Sudah Sangat Akrab dengan Keluarga SAD

Pencarian Bilqis dilakukan bersama tiga Tumenggung: Joni, Sikar, dan Roni. Setelah menelusuri lokasi Tanjung Lamin dan Bukit Suban, Bilqis akhirnya ditemukan dalam kondisi sangat dekat dengan keluarga angkatnya.

Ia tampak nyaman dan akrab, sehingga proses pembawaan kembali pun membutuhkan pendekatan emosional dari pekerja sosial.

6. Begendang Minta Uang Rp 85 Juta Dikembalikan

Karena merasa ditipu, Begendang meminta uang Rp 85 juta yang telah diberikan ke pelaku untuk dikembalikan. Pelaku hanya memiliki mobil Pajero Sport sebagai jaminan, yang kemudian diserahkan sementara kepada Tumenggung Joni.

Joni menegaskan bahwa menurut hukum adat Orang Rimba, pelaku seharusnya dihukum adat. Namun karena kasus ini juga masuk ranah kepolisian, prosesnya mengikuti prosedur hukum negara.

Kesimpulan

Kasus penculikan Bilqis membuka banyak fakta mengenai ketulusan Suku Anak Dalam yang ternyata juga menjadi korban penipuan. Hubungan emosional yang kuat antara Bilqis dan keluarga SAD menunjukkan bahwa mereka merawatnya dengan sepenuh hati.

Meski demikian, hukum tetap berjalan untuk mengembalikan hak Bilqis sebagai anak dan korban penculikan. Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap modus penipuan yang menyertakan dokumen palsu.

By pdnfj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *